Tampilkan postingan dengan label DONGENG BINATANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DONGENG BINATANG. Tampilkan semua postingan

Cerita Kancil dan Buaya Singkat

Cerita si kancil menipu buaya
Kancil dan Buaya
Cerita Kancil dan Buaya - Suatu hari, ada seekor kancil sedang duduk bersantai di bawah pohon. Ia ingin menghabiskan waktu siangnya dengan menikmati suasana hujan yang asri dan sejuk. Beberapa waktu kemudian, perutnya keroncongan. Ya, kancil yang konon katanya cerdik itu lapar. Ia sedang berpikir untuk mendapatkan mentimun yang letaknya berada di seberang sungai. Tiba-tiba terdengar suara kecipak keras dari dalam sungai. Ternyata itu adalah buaya.

Kancil yang cerdik itu pun punya ide jitu untuk menghilangkan rasa laparnya. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan cepat ke arah sungai untuk menghampiri buaya. “selamat siang buaya, apakah kau sudah makan?” Tanya kancil berpura-pura. Namun buaya itu tetap diam, nampaknya ia tertidur pulas sehingga tidak menjawab pertanyaan kancil. Si kancil pun mendekat. Kini jaraknya dengan buaya hanya satu meter saja “hai bbaya, aku punya banyak daging segar. Apakah kau sudah makan siang?” Tanya kancil dengan suara yang dikeraskan. Buaya itu tiba-tiba mengibaskan ekornya di air, ia bangun dari tidurnya. “ada apa? Kau mengganggu tidurku saja” jawab buaya agak kesal. “sudah kubilang, aku punya banyak daging segar. Tapi aku malas untuk memakannya. Kau tahu bukan kalau aku tidak suka daging? Jadi aku berniat memberikan daging segar itu untukmu dan teman-temanmu” jawab kancil polos. “benarkah itu? Aku dan beberapa temanku memang belum makan siang.

Hari ini ikan-ikan entah pergi kemana, sehingga kami tak punya cukup makanan” jawab buaya kegirangan. “kebetulan sekali, kau tidak perlu khawatir akan kelaparan buaya. Selama kau punya teman yang baik sepertiku. Benarkan? Hehehe” ujar kancil sembari memperlihatkan deretan gigi runcingnya. “terimaksih kancil, ternyata hatimu begitu mulia. Sangat berbeda dengan apa yang dikatakan oleh teman-teman di luar sana. Mereka bilang kalau kau licik dan suka memanfaatkan keluguan temanmu untuk memenuhi segala ambisimu” jawab buaya yang polos tanpa ragu-ragu. Mendengar itu, kancil sebenarnya agak kesal. Namun, ia harus tetap terlihat baik demi mendapatkan mentimun yang banyak di seberang sungai “aku tidak mungkin sejahat itu. Biarlah. Mereka hanya belum mengenalku saja, sebab selama ini sikapku terlalu cuek dan tidak peduli dengan omong kosong seperti itu. Cerita kancil dan buaya.

Sekarang, panggilah teman-temanmu” ujar kancil. Buaya itu pun tersenyum lega, akhirnya ada jatah makan siang hari ini. “teman-teman, keluarlah. Kita punya jatah makan siang daging segar yang sangat menggoda. Kalian sangat lapar bukan?” Pekik buaya dengan suara yang sengaja dikeraskan agar teman-temannya cepat keluar. Tak lama kemudian, 8 ekor buaya yang lain pun keluar secara bersamaan. Melihat kedatangan buaya itu, kancil berkata “ayo berbaris yang rapi. Aku punya banyak daging segar untuk kalian”. Mendengar itu, 9 ekor buaya itu pun berbaris rapi di sungai. “baiklah, aku akan menghitung jumlah kalian, agar daging yang aku bagikan bisa merata dan adil” tipu kancil.

Kancil pun meloncat-loncat girang melewati 9 ekor buaya sembari berkata ‘satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tuju, delapan, dan sembilan” hingga akhirnya ia sampai di seberang sungai. 9 buaya itu berkata “mana daging segar untuk makan siang kami?”. Kancil terbahak-bahak lalu berkata “betapa bodohnya kalian, bukankah aku tak membawa sepotong pun daging segar di tangan? Itu artinya aku tak punya daging segar untuk jatah makan siang kalian. Enak saja, mana bisa kalian makan tanpa ada usaha?”. 9 ekor buaya itu pun merasa tertipu, salah satu diantara mereka berkata “akan ku balas semua perbuatanmu”. Kancil pun pergi sembari berkata “terimakasih buaya bodoh, aku pamit pergi untuk mencari mentimun yang banyak. Aku lapar sekali”.

Demikian cerita dan dongeng  fabel kancil dan buaya sebagai dongeng anak sebelum tidur anda. Semoga bermanfaat.

Dongeng Katak dan Fabel Monyet yang Rakus | Dongeng Anak

katak dan monyet rakus
monyet rakus
Dongeng Katak dan Si Monyet yang Rakus – Pada zaman dahulu, ada seekor katak dan monyet yang bersahabat. Tapi hubungan mereka sering hanya menguntungkan sebelah pihak. Katak yang baik hati sering di kelabuhi dan di manfaatkan oleh si monyet demi kepentingan pribadinya. Tapi si katak selalu dapat memaafkan si monyet karena menganggapnya sebagai sahabat.

Berbeda dengan sifat si katak, sifat si monyet sangat berlawanan. Monyet itu sangat licik, banyak akal, dan sangat rakus. Tak jarang dia di jauhi oleh teman-temanya karena sifatnya tersebut. Tapi memang sudah dasar dari wataknya, hal tersebut tidak membuat monyet itu sadar akan kesalahanya.

Sebagaimana julukan yang di sandangnya sebagai monyet yang rakus, monyet itu sangat senang sekali makan. Buah pisang adalah makanan favoritnya. Dia sering mencuri buah pisang di kebun pak tani. Tapi terahir kali dia mencuri buah pisang, dia hampir tewas karena di kejar-kejar oleh pak tani yang ingin menangkapnya karena ulah nakalnya.

Hingga pada suatu hari saat monyet itu tengah melamun sendiri, dia teringat pada katak sahabatnya. Dia berniat untuk mengajak sahabatnya tersebut untuk menanam buah pisang sendiri. Jika dia punya buah pisang sendiri, tentu dia tak harus repot membahayakan dirinya hanya untuk mencuri buah pisang milik pak tani yang sangat galak.

Akhirnya, dia pun menemui si katak yang tinggal di pinggir sebuah sungai. Ketika mendengar ide dari si monyet untuk mengajaknya menanam pohon pisang sendiri, si katak sangat senang dan menyambutnya dengan antusias.
“hai katak sahabat ku, jika kita memiliki pohon pisang sendiri.. tentu kita bisa tiap hari makan enak. Bayangkan lezatnya buah pisang yang sangat manis dan menggiurkan itu”. Kata si monyet merayu.
“wah, benar sekali ide mu itu. Aku juga ingin sekali dapat memakan buah pisang. Tapi karena aku tak bias memanjat, aku tak pernah bias memakannya”. Kata si katak.

“Kau tak  usah hawatir sahabat ku, jika kau tak bias memanjat.. maka aku yang akan memanjat dan mengambilkanya untuk mu”. Kata si monyet lagi.
“Baik lah.. kalau begitu mari kita mencari pohon pisang. Kita tunggu saja di tepi sungai ini, karena biasanya ada pohon pisang yang hanyut terbawa arus”. Kata si katak.

Ahirnya mereka pun menunggu ada pohon pisang yang hanyut terbawa arus sungai. Beberapa saat kemudian, mereka melihat ada sebatang pohon pisang yang terlihat mengambang terbawa arus.
“Hai katak sahabat ku, itu ada pohon pisang yang hanyut. Cepatlah kau berenang ke sana dan seret pohon itu ke pinggir sungai. Aku tak bisa mengambilnya karena aku tak bisa berenang”. Kata si monyet.

Si katak pun mengikuti saran monyet temannya itu. Dia berenang ke tengah sungai dan menyeret pohon pisang itu ke pinggir sungai.
“sekarang kita tunggu lagi pohon pisang yang hanyut. Agar aku dan kamu sama-sama memiliki satu pohon untuk di tanam”. Kata monyet.
“Baiklah.. kita tunggu saja di sini”. Kata si katak.

Tapi setelah lama mereka menunggu, tak ada satu pun pohon pisang yang dapat mereka temukan lagi. Hingga sore menjelang, tak ada lagi pohon pisang yang hanyut terbawa arus sungai.
“Sepertinya tak ada lagi pohon pisang yang hanyut hari ini. Kalau begitu pohon ini biar aku bawa, dan kamu tunggu saja pohon pisang berikutnya esok hari”. Kata si monyet.
“ah, tidak bisa. Kan aku yang mengambil pohon pisang ini dari sungai. Jadi pohon pisang ini seharusnya menjadi milik ku”. Kata si katak sedikit protes.

Monyet pun mencari akal agar dia dapat menipu si katak demi ke untungan dirinya sendiri.
“Baiklah kalau begitu. Agar lebih adil, bagai mana kalu pohon pisang ini kita bagi dua”. Kata si monyet.
“Hmm.. ide yang bagus. Baiklah kalau begitu..’. jawab si katak.
“Aku dapat bagian atas, kamu dapat bagian bawah”. Kata si monyet. Dia berusaha menipu si katak dengan memberinya bagian pangkal pohon. Karena dia berfikir, pada pohon pisang yang berbuah adalah bagian atas. Jadi dia meminta bagian atas agar cepat berbuah.

“Kok begitu? Kamu curang monyet. Yang berbuah kan bagian atas, bagaimana aku dapat bagian pangkal pohon. Mana mungkin bias berbuah?”. Tanya si katak.
“Jangan hawatir sahabat ku. Walaupun bagian pangkal, jika kau rawat dengan baik pasti juga dapat berbuah. Kan kita ini sahabat, mana mungkin aku menipu mu”. Kata si monyet menjalankan siasatnya. Dan ahirnya si katak dengan berat hati menerimanya. Karena dia yakin, bahwa sahabatnya itu tak mungkin menipu dirinya.

Akhirnya, mereka berdua membawa bagian pohon pisang ke rumah masing-masing untuk mereka tanam. Dalam beberapa hari, pohon pisang yang di tanam oleh si monyet sudah layu dan mati. Tentu saja karena pohon pisang bagian atas tak memiliki akar dan tak bisa hidup. Berbeda dengan pohon pisang milik si katak, kini telah mulai bertunas dan keluar daunnya.

Satu minggu kemudian, si monyet berkunjung ke tempat si katak. Dia berniat melihat tanaman pisang milik si katak, apakah mati seperti tanaman miliknya. Tapi si monyet sangat kaget ketika melihat tanaman si katak tumbuh dengan subur. Kini dia sadar bahwa dulu dia telah memilih bagian pohon yang salah, tapi sesal pun kini tiada guna. Dia pun mulai mencari siasat untuk dapat menikmati buah pisang milik si katak.

Setiap dua minggu sekali, si monyet berkunjung ke rumah si katak. Dia berdalih bertamu dan melihat hasil kerja si katak. Apakah sesubur pohon pisangnya. Padahal dia hanya berusaha melihat apakah buah pisang si katak sudah berbuah. Sehingga dia dapat memetiknya. Hal tersebut dia lakukan secara berulang dan terus menerus.

Hingga pada suatu hari, akhirnya pohon pisang milik si katak sudah masak dan siap di panen.
“Hai kawan, bagai mana kabar pohon pisang mu kali ini? Apakah sudah masak?”. Tanya si monyet.
“Wah.. tepat sekali kau datang. Pohon pisang ku sudah masak dan sudah waktunya untuk di panen hari ini. Bagaimana dengan pohon pisang mu?’. Tanya si katak.
“Sama, pohon pisang ku juga sudah masak dan sudah siap untuk di panen. Rencananya besok mau aku petik”. Kata si monyet berbohong.

“Baguslah kalau begitu. Jika aku boleh minta tolong, maukah hari ini kau memanjatkan pohon pisang ku? Karena aku tak bias memanjat”. Pinta si katak.
Mendengar permintaan dari si katak, si monyet sangat senang. Karena hari ini adalah hari yang dia tunggu-tunggu selama ini. Dia dapat makan buah pisang hingga puas.
“Tentu saja katak sahabat ku. Aku ke sini memang untuk menolong mu. Kalau begitu, mari kita menuju pohon pisang milik mu”. Jawab si monyet yang licik itu.

Mereka berdua kemudian menuju pohon pisang milik si katak. Dan dengan cepat si monyet yang rakus itu memanjat pohon pisang itu. Dan di atas pohon, monyet itu mulai memetik satu persatu buah pisang. Bukan untuk di berikan pada si katak yang dari tadi menunggu di bawahnya, melainkan dia makan sendiri di atas pohon.
“Wah.. kau memang pandai menanam pisang kawan. Pisang mu ini terasa sangat manis dan lezat”. Teriak si monyet dari atas pohon.
“Hai monyet, kenapa kau memakan pisang ku? Jatuhkan beberapa pisang untuk ku. Jangan kau makan sendiri di atas pohon..!!”. teriak si katak dari bawah.

“Hai katak kawan ku. Kau ini sangat bodoh. Kau ini katak, kau tidak makan buah. Tapi kau makan serangga. Lebih baik kau pergi saja mencari nyamuk untuk kau santap. Biar buah pisang yang lezat ini aku saja yang memakanya. Karena buah selezat ini sayang sekali bila harus di bagi dengan mu. Hahahaha..”. jawab si monyet. (visit dongengterbaru.blogspot.com)
Mendengar jawaban monyet yang seperti itu, si katak merasa sangat marah. Dia sangat kecewa pada si monyet yang selama ini dia aggap sebagai sahabat, ternyata monyet itu sangat egois. Akhirnya si katak pun masuk ke dalam rumah dan mengambil alat untuk menebang pohon pisang itu.

“Baiklah monyet rakus, habiskan saja semuanya. Aku tak butuh lagi pisang ini, maka pohon pisang ini akan segera ku tebang dan ku buang ke sungai”. Kata si katak kemudian mulai menebang pohon pisang itu.
Mendengar perkataan si katak, si monyet pun mempercepat makanya. Di berfikir sangat sayang jika buah pisang yang lezat itu di buang begitu sja di sungai. Dengan sekuat tenaga si monyet mempercepat makanya. Tapi karena kekenyangan, si monyet tak sanggup lagi memakan semua buah pisang itu. Tapi karena sifatnya yang rakus, dia tetap memaksakan diri untuk terus memakanya.

Tapi sayang, sebelum dia selesai memakan semua buah pisang itu, pohon pisang sudah mulai oleng dan mulai roboh. Si monyet berusaha melompat untuk menghindar agar tak ikut jatuh dengan pohon pisang tersebut. Tapi sayang.. karena kekenyangan dan kebanyakan makan, tubuhnya menjadi berat dan sulit untuk bergerak. Ahirnya, monyet itupun terjatuh ke tanah bersama pohon pisang itu. Monyet itu pingsan karena tertimpa pohon pisang. Dan si katak meninggalkanya begitu saja tanpa mau menolong monyet yang serakah dan rakus tersebut.

TAMAT

Hikmah yang dapat kita petik dari cerita fabel dongeng anak katak dan monyet yang rakus di atas adalah.. sifat rakus dan serakah bukanlah hal yang baik. Karena sifat tersebut akan merugikan diri sendiri di kemudian hari. Karena sifat tersebut dapat membuat diri kita suka menipu orang lain dan bersikap egois, sehingga banyak teman-teman yang akan menjauhi kita sehingga kita tak lagi memiliki teman di kala kita membutuhkan mereka.

Dongeng Kerbau dan Monyet Licik

dongeng monyet dan kerbau
Dongeng kerbau dan moyet
Dongeng Kerbau dan Monyet Licik - Jaman dahulu kala, ada seekor monyet yang sangat nakal. Di sangat rakus dan suka mencuri tanaman dan buah para petani. Perbuatanya yang sudah sangat keterlaluan, membuat para petani resah. Sehingga para petani mulai menjaga ladang mereka dengan ketat dan memasang berbagai perangkap. Tentu saja hal ini membuat monyet yang nakal itu kebingungan, karena jika sampai dia tertangkap, nyawanya bisa melayang.

Pada suatu hari ketika si monyet tengah asik termenung menahan lapar di bawah pohon, dia melihat banyak burung-burung tengah terbang membawa buah anggur yang cukup segar. Melihat hal itu, air liur si monyet mulai berjatuhan. Lalu si monyetpun berteriak pada burung-burung itu.." Hai kawan, dari mana kalian dapatkan buah-buahan yang ranum itu?". Merasa di panggil, burung-burung itupun berhenti dan bertengger di atas pohon. Sambil memakan buah anggur, burung-burung itupun menjawab.." Kami mendapatkanya dari kebun di seberang sungai. Para petani di sana baik hati. Mereka tak akan mengusir atau melukai mu jika kau hanya mengambil buah yang sudah terjatuh ke tanah, asal jangan kau makan buah yang masih ada di pohonya". Jawab burung-burung itu.

Mendengar jawaban itu, si monyet menjadi sangat girang. Diapun segera menuju kebun di seberang sungai, karena waktu itu sungai mengalir kecil karena musim kemarau, jadi si monyet dapat dengan leluasa menyeberangi sungai itu. Tapi karena sifatnya yang rakus, maka dia memakan semua buah anggur di kebun itu. Baik yang jatuh ke tanah, ataupun yang masih menggantung di pohon.

Berkali-kali si monyet mengulangi hal yang sama, hingga para petani di seberang sungai kini mulai resah. Mereka tak lagi seramah dulu, bahkan burung-burung kini juga di usir. Karena para petani tak tahu, bahwa yang merusak tanaman mereka adalah si monyet. Tapi meskipun sudah mulai di jaga, tapi si monyet tetap bisa dengan leluasa melakukan aksi nakalnya. Karena penjagaan tak begitu ketat, si monyet masih bisa mencari kelengahan para petani. Sehingga kelakuan si monyet kian hari kian menjadi.

Tak terasa, masa sudah memasuki musim penghujan. Dan si monyet masih saja melakukan pencurian tanpa mau mendengar keluh kesah para petani yang mulai merugi. Si monyet sangat serakah dan rakus, sehingga yang dia fikirkan hanya kepentinganya sendiri. Tapi sial, waktu si monyet akan menyeberang sungai, ternyata sungai itu tengah meluap karena guyuran hujan di atas bukit. Hal tersebut membuat monyet sangat kebingungan, karena dia tak bisa berenang.

Tapi monyet juga di kenal sebagai hewan yang licik, dia pun berfikir untuk mencari cara agar bisa menyeberang. Ahirnya, dia teringat pada sahabat lamanya, si kerbau. Kerbau adalah hewan yang cukup terkenal bisa berenang, dia adalah perenang yang hebat. Ahirnya, monyetpun menemui si kerbau untuk merayunya. "Hai kerbau sahabat ku, lama tak jumpa. Kenapa badan mu kini terlihat kurus?". Tanya monyet. "Ah, masak? Perasaan dari dulu tubuh ku tetap begini. Kau saja yang sekarang terlihat tambah gemuk". Jawab si Kerbau. "Hehehe.. Bagaimana aku tak gemuk? Aku makan enak tiap hari. Petani yang ada di seberang sungai sana, selalu memberi ku makanan enak. Aku di perbolehkan menghabiskan semua buah di kebunya". Kata si monyet mulai berbohong.

"Wah, benarkah itu? Beruntung sekali kau.. Pantas sekarang kau tambah gemuk". Kata si kerbau tanpa menaruh sedikitpun curiga pada sahabatnya. "Tapi kerbau, makanan di sana terlalu banyak. Aku tak sanggup menghabiskanya sendirian, maukah kau menemani ku ke sana dan kita makan berdua. Itu semua karena kau sahabat ku, makanya aku mengajak mu". Si monyet mulai menipu kerbau. "Wah.. Kau baik sekali kawan. Kalo begitu, ayo kita ke sana sekarang". Kata kerbau sangat girang. "Tapi tunggu dulu kerbau, air sungai kini sedang meluap. Aku tak bisa berenang..". Kata monyet lagi. "Ah, itu masalah gampang, kau bisa naik kepunggung ku. Kau tahu sendiri, aku ini perenang hebat". Jawab si kerbau.

Merasa tipu muslihatnya berhasil, si monyet merasa sangat senang. Monyet dan kerbau pun segera menuju kebun di seberang sungai, dan ketika menyeberangi sungai, si monyet naik ke punggung kerbau. Setelah sampai di kebun, monyetpun segera makan dengan lahapnya. Begitu pula si kerbau, karena dia merasa semua buah itu memang sengaja di berikan untuk monyet, maka dia juga memakan semua buah di kebun dengan lahap sama seperti monyet. Tapi tanpa mereka sadari, gerak-gerik mereka telah di perhatikan oleh para petani dari tadi. Para petani memang sengaja bersembunyi untuk mencari tahu siap sebenarnya yang mencuri di kebun mereka selama ini. Setelah melìhat monyet dan kerbau tengah kekenyangan, merekapun langsung berusaha menyergap kerbau dan monyet. Monyet yang sadar akan bahaya yang datang, segera berlari menyelamatkan diri meninggalkan kerbau yang kebingungan karena tak tahu masalah yang sebenarnya. dongengterbaru.blogspot.com

Tapi insting kerbau sadar akan bahaya yang mengancam, hingga ahirnya dia pun berlari menyelamatkan diri. Para petani melempari dan mengusir mereka dengan batu, sehingga membuat tubuh kerbau terluka, di tambah semak belukar yang penuh duri membuat si kerbau semakin kesusahan. Sedangkan si monyet sudah tak kelihatan batang hidungnya, hal tersebut membuat kerbau sadar bahwa dia telah di tipu. Hal itu membuat si kerbau menjadi sakit hati pada monyet.

Ahirnya, setelah beberapa lama berlari si kerbau sampai di tepi sungai. Dengan segera diapun masuk ke dalam sungai untuk mulai menyeberang. Tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba si monyet muncul. Ternyata dari tadi si monyet bersembunyi di semak-semak karena tak bisa berenang. "Hai kerbau sahabat ku, tunggu aku..! Apa kau tega meninggalkan sahabat mu di sini?". Teriak si monyet. Melihat kedatangan si monyet, hati kerbau menjadi sangat dongkol. "Jika kau ingin ikut, cepatlah melompat ke punggung ku. Aku sedang buru-buru, jadi kalau tak segera melompat, kau akan ketinggalan". Jawab si kerbau dengan nada ketus. Mendengar itu, si monyetpun berlari dengan sekuat tenaga. Dia semakin panik ketika mendengar para petani yang mengejar telah ada di belakang mereka. Ahirnya setelah sampai pinggir sungai, si monyet segera melompat. Tapi na'as, karena perutnya terlalu kenyang, membuat tubuhnya bertambah berat dan kurang lincah. Si monyet tidak dapat sampai di punggung kerbau, dan ahirnya tercebur ke dalam sungai dan hanyut terbawa arus. Sedangkan si kerbau tak meperdulikan hal itu, dia lebih memilih segera lari menyelamatkan diri. Karena para petani sudah kian dekat dan siap menangkap mereka.

Nah, hikmah yang dapat kita petik dari kisah ini.. Jangan terlalu serakah, apa lagi menghianati kepercayaan orang lain pada kita.. Karena akan membuat rugi diri sendiri pada ahirnya.. :)


TAMAT

Dongeng si Kancil Jadi Raja Hutan | Dongeng Anak Terbaru

si kancil jadi raja hutan
Dongeng si Kancil Jadi Raja HutanPada suatu hari, waktu si kancil sedang asik minum di sebuah sungai.. si kancil mendengar suara teriakan ketakutan. Si kancil lalu mencari dari mana arah suara itu. Dan betapa terkejutnya dia, setelah dia melihat ada seekor singa yang sangat besar tengah bersiap memangsa seekor tikus yang sangat lemah tak berdaya. Meski si kancil di liputi perasaan takut yang amat sangat, tapi hati nuraninya mendorong dia untuk membantu si tikus yang sedang di landa masalah. Ahirnya, si kancilpun memberanikan diri untuk mendekati mereka. Dengan lagak sok biasa, dia berusaha mendekat kea rah singa dan tikus.
Dengan gaya seolah-olah tak tau apa yang terjadi, si kancil menyapa mereka “Wah.. sedang main apa kalian/ sepertinya seru. Apa aku boleh ikut?”. Tanya si kancil. Melihat kedatangan kancil yang tiba-tiba, singa dan tikus itu menjadi terkejut. “ Wah.. muncul lagi satu pecundang. Kebetulan sekali aku sedang lapar. Berani benar kau dating sendiri mencari celaka”. Kata si singa. Dengan lagak sok berani, si kancil menjawab “halah.. kenapa harus takut? Memang apa yang harus aku takuti? Aku sudah terbiasa melawan bahaya? Semua bisa ku kalahkan. Mulai dari buaya, harimau, bahkan manusia juga sudah pernah ku kalahkan. Aku raja di hutan ini, kau pendatang baru mana tahu?”. Kata si kancil. Si singa terkejut mendengar jawaban si kancil. Timbul rasa penasaran di dalam hatinya atas kebenaran perkataan si kancil. “ Apa benar demikian?” Tanya si singa.

 “ Kalau kau tak percaya, kau bisa tanyakan pada salah satu penasehat ku.. dia penasehat kepercayaan ku”. Jawab si kancil lagi. “Mana? Di mana aku bisa bertanya dengan penasehat mu itu”. Singa semakin penasaran. “ Wah.. kau ini berlagak tak tahu atau memang pura-pura tak tahu? Yang kau genggam itu, dia penasehat kepercayaan ku. Jika sampai ada apa-apa dengan dia, maka aku tak akan mema’afkan orang yang mencelakainya”. Jawab si kancil dengan memasang tampang sok garang. Si singa mulai di liputi rasa ragu, dia mulai terpengaruh cerita si kancil. Apa lagi si singa memang termasuk penghuni baru di hutan itu. Jadi dia memang belum tahu benar tentang segala hal yang ada di hutan itu. “Apa benar kata binatang kecil ini? Apa dia memang raja mu? Dan apa semua ceritanya itu benar?”. Tanya singa kepada tikus.

Menyadari bahwa si kancil hanya berniat menolongnya, si tikuspun faham dan mulai mengikuti siasat si kancil. “ Iya.. benar.. dia adalah raja di hutan ini. Dia pernah mengalahkan banyak hewan yang lebih besar dari mu, bahkan memakanya.. dia sangat di kenal dan di hormati di hutan ini. Jika kau tak percaya, kau bisa Tanya pada hewan-hewan lain yang ada di hutan ini”. kata si tikus. Mendengar jawaban si tikus, hati si singa di liputi sedikit rasa takut. Dia mulai ragu.. tapi rasa gengsinya sebagai singa yang gagah dan tak terkalahkan membuatnya tetap berusaha berani. “ Halah.. aku tak percaya.. kalau semua yang kau katakana itu benar, mana buktinya?”. Tanya si singa pada kancil. Tapi dasar kancil cerdik, kali ini posisinya sebagai kancil menjadi raja hutan membuatnya harus terlihat berwibawa. Maka dia berusaha tetap tenang di hadapan si singa.

“Kau mau minta bukti? Beberapa hari yang lalu, akau juga pernah memakan singa seperti mu karena dia bersikap kurang ajar di hutan ini. Kepalanya masih aku simpan di sebuah lubang di pinggir sungai sebagai peringatan bagi hewan-hewan lain agar tak macam-macam dengan kancil si raja hutan. Jika kau mau bukti, kau bisa ikut aku. Tapi setelah sampai sana kau jangan menyesal, karena semua yang tahu rahasia ku akan ku makan.. “. Kata si kancil. Tapi meski sudah mulai di liputi rasa takut, ke angkuhan si singa memaksanya untuk terus maju. “ Baiklah.. siapa takut. Tapi jika ternyata kau menipu ku, kalian berdua yang akan jadi sarapan ku”. Kata si singa. Mendengar gertakan si singa, si tikus menjadi sedikit hawatir. Tapi kancil mengedipkan mata padanya tanda agar si tikus mau percaya pada semua rencananya.

Akhirnya, kancil, tikus, dan singa berjalan menuju tepi sungai di tengah hutan. Mereka menuju sebuah lubang di pinggir sungai, lubang itu agak dalam dan gelap. Hanya pantulan cahaya matahari yang membuat air yang sangat bening di dalam lubang itu menjadi berkilau bagai cermin. “ Nah sudah sampai.. sekarang kau singa.. tengok sendiri ke dalam lubang itu. Di dalam lubang itu kemarin aku menyimpan kepala singa yang telah aku santap. Rasanya sungguh lezat, dan aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan jika ada singa lain yang bisa aku makan lagi’. Kata si kancil. Dengan perasaan mulai ragu dan takut, singa pun memberanikan diri untuk melihat ke dalam lubang. Rasa takutnya membuatnya tak berani melihat secara jelas. dia hanya berusaha mengintip saja. Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat di dalam lubang itu benar-benar ada kepala singa. Tanpa menunggu aba-aba, singa itu langsung lari terbirit-birit ketakutan. Karena dia tak ingin di makan oleh si kancil seperti singa yang ada di dalam lubang itu.

Melihat hal itu, kancil dan tikus hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Mereka puas karena siasat mereka mampu mengelabui si singa yang cukup sombong itu. Sebenarnya, di dalam lubang itu tidak ada apapun selain air yang cukup bening sehingga mampuberfungsi seperti kaca. Karena singa hanya mengintip, dia tak menyadari bahwa kepala singa yang ada di dalam lubang adalah pantulan bayanganya sendiri. Dan sekali lagi, si kancil yang cerdik telah berhasil menyelamatkan temanya. Meski dia harus berpura-pura menjadi raja hutan, bisa jadi si kancil adalah raja hutan yang sebenarnya. Bukan karena kekuatanya, tapi karena kecerdikan dan sifatnya yang suka menolong sesama.
TAMAT

Cerita Bunga dan Kupu-kupu | Dongeng Anak Terbaru

carita bunga dan kupu-kupu
Bunga dan Kupu-kupu
Cerita Bunga dan Kupu-kupu – Pada zaman dahulu kala, ada sebuah hutan yang cukup asri. Di dalam hutan tersebut tumbuh berbagai pohon dengan buah-buah yang manis dan ranum, sehingga banyak binatang yang senang tinggal di hutan tersebut. Dari hewan besar seperi rusa, panda, beruang, hingga para serangga.

Pada suatu hari, hutan tersebut kedatangan seekor penghuni baru. Dia adalah si Lili ulat. Tapi para hewan dan pohon sangat membencinya, karena dia terkenal sangat rakus dan tak memiliki manfa’at apapun. Dia sangat rakus dalam memakan daun-daun, sehingga banyak pohon yang tak mau dia tinggali. Sehingga Lili si ulat harus berpindah dari satu pohon ke pohon lain untuk mencari rumah.

“Wahai pohon apel, bolehkah aku ikut tinggal di dahan mu?”. Tanya Lili ulat pada pohon apel.
“Kau tak boleh tinggal di sini. Karena makan mu banyak. Jika kau terlalu banyak memakan daun ku, maka aku tak akan bisa lagi berbuah. Carilah pohon lainya..”. kata pohon apel dengan ketusnya.
“Tapi aku janji, suatu saat budi mu pasti akan aku balas. Izinkan aku tinggal di sini, karena aku tak lagi memiliki rumah lain”. Kata Lili ulat memelas. dongeng kupu-kupu oleh dongengterbaru.blogspot.com

“Pokoknya tidak boleh..!! karena para hewan yang ikut tinggal di pohon ku pasti juga tidak setuju. Karena jika buah ku berkurang, mereka juga akan kekurangan makanan. Lagi pula apa yang bisa kau lakukan? Mahluk jelek dan lemah seperti mu tak bisa melakukan apa-apa selain makan dan makan saja. Sana pergi cari pohon yang lain”. Kata pohon apel dengan membentak.

Ahirnya dengan sedih Lilit ulat pun pergi mencari pohon lain yang mau dia tinggali. Tapi jawaban tiap pohon yang di temuinya sama, tak ada yang mau menerimanya. Ahirnya.. dia keluar dari hutan menuju ke pinggir hutan. Dia menangis dengan sedih meratapi nasib yang di alaminya. Ternyata tanpa dia sadari, ada pohon bunga matahari yang dari tadi memerhatikan dia.

“Mengapa kaumenagis kawan? Katakana masalah mu, mungkin aku bisa membantu mu”. Kata bunga matahari.
“Si.. Siapa yang bicara?”. Kata Lili ulat terbata-bata karena kaget.
“Aku yang bicara.. lihatlah ke atas!! Aku adalah bunga matahari. Aku adalah ratu dari semua bunga yang ada di padang ini”. Jawab bunga matahari.
Lalu Lili si ulat pun menceritakan kisahnya dengan menangis. Mendengar kisah Lili ulat yang sangat sedih, bunga mata hati menjadi sangat iba.

“Tak usah kau menangis lagi kawan.. kau bisa tinggal di sini. Kau bisa memilih tinggal di pohon ku, atau pohon bunga manapun yang kau mau. Mereka tak akan menolak, karena mereka adalah rakyat ku”. Kata bunga matahari.
Mendengar jawaban dari bunga matahari, Lili ulat menjadi sangat senang. Dia tersenyum dan menghapus air mata di pipinya.
“Benarkah itu kawan?”. Tanya Lili ulat tak percaya.
“Tentu saja benar.. aku tak pernah bohong. Lagi pula tak ada satu hewanpun yang mau tinggal di pohon atau dahan kami, karena kami tak memiliki buah. Jika kau mau tinggal di sini, tentu aku akan merasa senang karena memiliki teman baru”. Jawab bunga matahari .

“Tapi kawan.. kata mereka aku banyak makan. Sehingga mereka tak mau aku tinggal di dahan mereka. Mereka takut kalau daun mereka habis dan tak bisaberbuah. Apa kau tak takut kalau daun mu habis seperti yang mereka katakana?”. Tanya Lili ulat ragu.
“Hahaha.. berarti mereka berfikir sempit. Apalah arti sebuah daun? Seorang teman lebih berharga dan susah untuk di cari. Sedangkan daun akan bisa tumbuh lagi dengan sendirinya. Kau tak usah hawatir kawan..”. jawab bunga matahari dengan bijak.

Lili ulat sangat senang mendengar jawaban yang sangat bijak itu. Dan mulai saat itu, Lili ulat dan bunga matahari menjadi sahabat baik. Tiap hari mereka bercanda dan bercerita tentang banyak hal. Itu adalah hari-hari terindah yang di lalui dua sahabat tersebut. Hingga pada suatu hari..
“Bunga matahari sahabat ku.. ini adalah hari terahir aku bisa bercanda dengan mu.. “. Kata Lili ulat.
Mendengar perkataan sahabatnya itu, bunga matahari terkejut.
“Memangnya engkau hendak ke mana kawan? Apakah kau mau pergi mennggal kan aku?” Tanya bunga matahari.

“Tidak sahabat ku.. aku tak akan mungkin meninggalkan sahabat sebaik diri mu. Aku hanya mau berpamitan.. mulai besok aku akan berpuasa dan mngurung diri ku untuk tidur panjang. Mungkin sudah saatnya aku mulai membalas budi baik mu”. Jawab Lili ulat.
“Berpuasa? Tidur panjang? Membalas budi? Apa yang kau maksud kawan? Aku sama sekali tak mengerti apa maksud ucapan mu..”. kata bunga matahari bingung.
“Kau akan mengerti nanti pada saatnya kawan.. untuk sementara, aku akan meminjam dahan mu untuk membangun rumah ku dalam berpuasa.. ku mohon kau mengizinkanya”. Kata lili ulat.
“Apapun yang terbaik untuk mu kawan, aku pasti mendukung mu..”. jawab bunga matahari.

Ahirnya, mulailah si Lili ulat membuat rumahnya dan berpuasa. Dia membungkus diri dalam balutan benang-benang yang membentuk sebuah kantung, dan biasa kita kenal dengan kepompong. Berhari-hari sudah bunga matahari merawat dan menunggu teman baiknya itu bangun. Dia melindunginya dari panas, angin, dan juga hujan. Dan ahirnya tibalah waktunya untuk si Lili ulat bangaun dari tidur panjangnya.

Tapi betapa terkejutnya bunga matahari, karena dia melihat bukan lagi Lili ulat sahabatnya yang keluar dari kantong itu. Melainkan seekor mahluk indah bersayap yang sangat indah dan canti.
“Siapa kau? Di mana ulat sahabat ku?”. Tanya bunga matahari kebingungan.
“Akulah ulat sahabat mu kawan. Kau tak usah heran. Setelah aku berpuasa dan tidur dalam kantong ini, aku akan berubah menjadi seekor kupu-kupu. Akau meken banyak ketika menjadi ulat, adalah sebagai bekal puasa ku untuk menjadi kupu-kupu. Tapi mereka tak tahu itu. Dan kini saatnya aku membalas budi mu dengan membantu penyerbukan mu dan semua rakyat bunga mu”. Jawab Kupu-kupu yang ternyata Lili ulat itu.

Mendengar penjelasan dari Liliyang kini menjadi kupu-kupu, bunga matahari menjadi sangat gembira. Ternyata sahabatnya itu memiliki kemampuan yang aneh dan luar biasa. Sebuah kemampuan yang tak di miliki oleh hewan lainya. Dan mulai saat itu, persahabatan mereka menjadi semakin akrab. Dan persahabatan tersebut berlanjut hingga anak cucu mereka. Kupu-kupu dan bunga selalu menjadi teman sejati.

TAMAT

Dongeng Singa dan Tikus | Dongeng Anak Terbaru

Singa dan Tikus
Dongeng Singa dan TikusPada suatu hari, ada seekor tikus kecil yang sedang asik mencari makan. Saking asiknya, dia tak sadar bahwa dia sudah berjalan terlalu jauh dari rumahnya hingga masuk ke dalam hutan yang cukup lebat. Sadar akan hal itu, si Tikus pun segera bergegas mencari jalan untuk pulang, tapi nasibnya sungguh malang, dia malah tersesat lebih jauh lagi ke dalam hutan. Lama dia mencari jalan untuk bisa pulang kerumahnya, tapi tikus itu belum juga mendapat jalan dan ahirnya kelelahan.

Tak terasa, waktu sudah hampir gelap. Tikus itu masih terus berusaha mencari jalan pulang. Tapi sepertinya hari ini nasibnya benar-benar buruk, ketika tengah kebingungan mencari jalan untuk bisa pulang, dirinya malah tak sengaja masuk di sarang seeekor singan yang tengah tidur pulas. Ranting yang tak sengaja diinjaknya membuat singa yang sedang tidur itu terbangun dan segera mencengkeram tikus itu dengan kuku-kuku tajamnya. “ Hai mahluk kecil.. berani benar kau mengganggu tidur ku. Jika sudah bangaun begini, harus ada yang bisa ku makan. Maka kau akan menjadi makan malam ku. Grrrr…”. Kata singa menggeram.

Mendengar singa yang tengah marah, si tikus malang itu menjadi sangat ketakutan. Dia pun memberanikan diri untuk angkat bicara” ma’af singa yang perkasa.. aku tak sengaja. Aku tersesat di hutan ini ketika sedang mencari makan. Aku sudah beruaha mencari jalan untuk keluar dari hutan, tapi malah tak sengaja aku malah masuk ke dalam sarang mu. Ma’af kan aku.. kasihanilah anak-isteriku yang sedang menunggu ku di rumah. Aku janji, jika kau melepaskan aku, maka suatu saat aku akan membalas kebaikan mu”. Kata tikus memelas.

Mendengar perkataan tikus, singa menjadi tertawa terpingkal-pingkal. ‘”Hahaha.. mahluk kecil seperti mu bisa apa? Hingga kau berani berjanji untuk menolong ku? Tapi baiklah.. karena kau sudah membuat ku tertawa dan aku juga kasihan dengan anak dan isteri mu, maka kali ini kau akan ku lepaskan. Kau jalanlah lurus kea rah utara, maka kau akan bisa keluar dari hutan ini. dan ingat..!! jangan sampai kau kembali lagi ke sini, atau aku akan memakan mu dan tak akan mengampuni mu”. Kata singa. Mendengar itu, si tikus menjadi sangat senang. Tak henti-hentinya dia memanjatkan syukur dan bertekad akan menepati jajinya pada singa suatu saat nanti.

Tiga bulan sudah berlalu setelah kejadian itu, pada suatu pagi.. si tikus mencari makan seperti biasa. Kini dia hanya berkeliling di sekitar perbatasan hutan saja, karena takut jika kembali tersesat seperti dulu. Ketika si tikus tengah asik mencari makan, lamat-lamat dia mendengar suara erangan. Suaranya sudah sangat lemah. Dia pun mencari dari mana arah suara itu. Betapa kagetnya dia ketika melihat singa yang dulu pernah di temuinya tengah tak berdaya terjebak dalam jaring yang di pasang oleh pemburu. Tikus pun mendekatinya dan bertanya tentang perihal kejadian yang menimpa singa.

Ternyata, sudah tiga hari lamnya singa terjebak di situ. Dia sudah berusaha meronta dan berusaha keluar dari jerat jaring itu, tapi sia-sia. Ahirnya dia terkulai lemas karena kehabisan tenaga dan kelaparan. Mendengar kisah singa itu, si tikus menjadi iba. Lalu dia pun ingat pada janjinya dahulu, bahwa kelak dia akan membantu singa sebagai balas budi. Maka dia pun berkata pada singa “ Hai singa yang perkasa.. dahulu kau meragukan janji ku yang akan menolong mu karena ukuran tubuh ku yang kecil, Tapi kali ini mahluk kecil ini akan menunjukan bahwa dia bisa menepati janji meski ukuranya tak seberapa”. Mendengar perkataan si tikus, singa sedikit kaget. Ternyata mahluk kecil itu masih ingat dengan janjinya dan bukan di buat alas an hanya sekedar untuk melarikan diri. Maka dalam hatinya, singa mengakui sifat yang di milikioleh si tikus.

Tikus itu lalu dengan segera menghampiri singa, dan menggigit tiap tali yang menjerat tubuh sang singan hingga semua tali itu putus. Ahirnya setelahbeberapa waktu, semua tali itu dapat di putuskan dan sang singa ahirnya bebas. Lalu singa menghampiri tikus dan berkata” Terimakasih kau telah menolong ku. Kini aku mengakui keberanian dan kemampuan mu. Kemampuan tak di ukur dari bentuknya, tapi lebih dari apa yang mampu mereka lakukan. Maka mulai saat ini, aku mengangkat mu menjadi sahabat. Dan kelak jika kau butuh pertolongan ku, maka aku akan dating untuk membantu mu”. Kata singan kemudian kembali ke dalam lebatnya hutan. Sementara si tikus segera kembali ke rumahnya. Hatinya merasa senang karena kini dia mendapat teman baru serta sudah mampu menepati jani yang pernah dia buat dulu.

                                                                             TAMAT

Cerita Dongeng KANCIL dan GAJAH yang takut TIKUS| Dongeng Anak Terbaru

cerita gajah dan tikus
Cerita Dongeng Kancil dan Gajah yang takut Tikus – Pada suatu hari, si Kancil berniatberkunjung ke kediaman si tikus sahabat lamanya. Pagi-pagi sekali si Kancil sudah mulai berangkat dari rumah, agar dia tak terlalu siang tiba di rumah si Tikus. Si Tikus tinggal di sebuah kawasan kecil di pinggir hutan, tempat itu sangat indah karena terdapat sebuah danau kecil di tempat itu. Si Tikus tinggal secara berkelompok, terdiri dari beberapa keluara dan di pimpim oleh tetua tikus yang menjadi sahabat karib si kancil. Akhirnya setelah berjalan hampir setengah hari, si kancil tiba di perkampungan tikus dan di sambut gembira oleh tikus sahabatnya. “ Wah.. kancil sahabat ku, sudah lama kita tidak bertemu. Tapi kau masih saja kurus tak gemuk-gemuk”. Canda si tikus menggoda. “ Ah.. benar.. sejak peristiwa terahir kali kita bertemu dengan singa, hingga kini kita baru bertemu lagi. Tapi anehnya, badan mu tetap saja kecil tak tinggi-tinggi. Hehehe..”. si kancil membalas canda sahabatnya itu.

Mereka memang sudah lama tak bertemu sejak peristiwa si kancil menolong tikus dari singa, bahkan karena pertolongan si kancil tikus dan singa akhirnya bersahabat. Kedua kawan lama itu bersenda gurau dengan hangatnya mengenang masa lalu mereka. Saling puji dan saling ejek seakan menjadi hal biasa yang selalu bisa mendatangkan tawa yang membuat mereka lebih akrab. Tapi beberapa waktu kemudian, mereka dikagetkan oleh tanah yang terguncang. Mereka lari keluar dari rumah karena mengira terjadi gempa bumi, tek terkecuali si kancil. Tapi ternyata anggapan mereka salah. Karena yang membuat bumi berguncang adalah segerombolan gajah yang merangsak masuk ke daerah pinggir utan dan memakan semua tumbuhan di sana. Akibatnya, tempat itu menjadi porak poranda karena banyak pohon yang tumbang dan patah diterjang oleh para gajah.

Melihat hal itu, si tikus menjadi perihatin. Merasa memiliki tanggung jawab sebagai kepala kampong, si tikuspun menghampiri kawanan gajah itu untuk member nasehat. Melihat kawanya berjalan kea rah gerombolan gajah, si kancil mengikuti karena takut jika terjadi sesuatu pada si tikus. “ Hai kawan-kawan.. aku mohon jangan merusak alam di sekitar sini. Ini kampong kami, jadi silahkan kembali dan mencari makan ke padang rumput tempat biasa kalian mencari makan. Lihatlah, banyak pohon yang patah dan tumbang karena kalian terjang membabi buta”. Kata tikus. Mendengar ada yang berkata pada mereka, gerombolan gajah mencari-cari dari mana arah suar itu muncul. Lama merak mencari tapi tak melihat satu sosok yang mereka lihat. Tapi begitu mereka tahu bahwa yang berkata pada merekaadalah seekor tikus yang sedang berdiri di atas batu, kontan mereka tertawa terbahak-bahak. Lalu datanglah satu gajah yang cukup besar menghampiri si tikus yang ditemani kancil disampingnya. Mungkin gajah besar itu adalah kepala gerombolan.

“ Hai makhluk kecil, apa yang kau bilang? Mau mengatur kami? Mahluk kecil rendahan seperti mu tak pantas berada disini sok menasehati. Bisa-bisa kamu terinjak oleh kami lalu gepeng dan mati. Hahahahaha..”. kata kepala gajah itu. Si tikus terdiam, dia agak takut karena gajah itu memiliki tubuh yang besar dan kuat. Sedangkan dirinya bertubuh kecil dan lemah jika dibanding para gajah. Melihat temanya yang ketakutan, si kancil akhirnya ikut angkat bicara. “ Hai makhluk sombing.. kamu tak tahu dengan siapa kamu bicara?”. Teriak kancil. Para gajahpun mengalihkan pandangan pada si kancil yang bertubuh mungil dan kecil. “ Hahahaha.. ada hewan mungil lagi yang sok jadi pahlawan kesiangan. Memangnya si kerdil itu sapa? Kamu tak tahu kalu kami ini hewan terkuat di sini? Bahkan harimau dan singa, tak ada yang berani melawan kami..”. kata gajah menyombongkan diri.

Dengan geram kancil menjawab.. “ Dia itu adalah raja htan di sini. Jangankan Cuma kamu, harimau dan singa saja mampu dia makan dengan giginya yang tajam dan kuat”. Kata kancil. “hahahaha.. apa kamu bilang? Kamu mimpi ya? Makhluk kecil rendahan ini mau memakan kami juga? Sudah gila kau ya?”. Kata gajah mengejek sambil tertawa terbahak. “Oooo.. jadi kalian meragukan kemampuan raja kami ini? mau bukti?”. Tantang kancil. “Buktikan kalau memang benar begitu.. apa yang ingin kau tunjukan hewan kecil?”. Tanya gajah mulai marah karena tersinggung. “ Baik.. apa kau mampu memakan batang pohon dan kayu?” Tanya kancil. “ Hah.. gila kau..!! mana mungkin ada hewan yang mampu memakan batang kayu? Bahkan gigi singan dan harimau yang tajam, tak akan mampu memakan kayu”. Kata gajah. Seakan tahu dengan siasat kancil, si tikus berusaha sok angkuh dan berani. “ Raja ku ini, giginya sangat kuat dan tajam, jangankan daging kalian, batang kayu yang besarpun tak menjadi masalah untuk dirinya. Mampu dia robohkan dan dia makan..”. kata kancil. “ Hahahahahaha.. dua hewan kecil yang gila..”. kata gajah semakin mengejek.

“Baiklah kalau kalian tak percaya.. tapi jika semua kata-kata ku mampu dibuktikan, kalian harus bersedia menjadi santapan raja ku ini. Dia sudah cukup lama tak makan daging gajah, kalian jangan lari ya..”. Kata si kancil menantang. Si kancil lalu member isyarat pada si tikus untuk melanjutkan tugasnya, tikuspun lalu menuju sebuah pohon yang cukup besar. Lalu menggigit batang pohon itu, mengeratnya hingga pohon itu lama-lama terkikis dan hampir tumbanga. Melihat hal itu, para gerombolan gajah menjadi kaget, mereka mengira bahwa tikus memang kuat dan mampu memakan segalanya termasuk mereka. Tanpa menunggu komando, semua kawanan gajah itu lari kalang kabut mencari selamat karena takut jika tikus benar-benar akan memakan mereka semua. Melihat hal itu, tikus dan kancil tertawa geli..” Ya.. lari sana.. tapi jika sampai raja ku bertemu kalian lagi, maka dia akan memakan kalian hidup-hidup.. ingat itu..!!”. gajah adalah hewan yang memiliki ingatan yang cukup kuat. Semenjak hari itu, kawanan gajah tak ada lagi yang berani ke tempat itu. Bahkan setiap gajah bertemu dengan tikus, mereka akan merasa ketakutan karena takut dimakan olehnya. Dan itu terus berlanjut hingga saat ini. dan menjadi sebab kenapa gajah takut dengan tikus..

                                                                       The End

Dongeng si Kancil dan Gigi Harimau | Dongeng Anak Terbaru

dongeng kancil dan harimau
Si kancil dan harimau
Dongeng si Kancil dan Gigi Harimau - Pada suatu pagi yang cerah di hari minggu,si kancil sedang asik berlari-lari pagi.
Liburan sekolah dia manfa'atkan untuk mengunjungi padang rumput di pinggir hutan.Udara yang segar dan langit yang cerah sangat menyenangkan untuk di nikmati,jarang bisa melihat langit yang biru dan luas di tengah-tengah hutan yang lebat di desanya.
Kali ini si kancil pergi sendiri,karena ketika dia berangkat tadi si ranggo dan buny masih tertidur lelap.

Sang mentari sudah mulai tinggi bertengger di cakrawala.
Tanda bagi si kancil untuk segera pulang ke rumah.
Si kancilpun berlari-lari kecil dan masuk ke dalam hutan.Sesekali dia berhenti untuk memakan daun-daun muda yang dia lewati.

Tiba-tiba dia di kejutkan oleh suara geraman yang sangat keras dan menyeramkan.
Hingga seluruh tubuhnya gemetar di buatnya.
Dan di lihatnya seekor harimau yang besar dan gagah telah menyeringai di depanya.
Perasaan terkejut dan takut meliputi hati si kancil.
Dia tahu..Bahwa tubuh dengan corak belang-belang,kuku yang panjang,dan taring yang tajam di depanya adalah king Loreng.
Dia adalah raja penguasa seluruh hutan yang terkenal lalim dan kejam,serta suka bertindak semena-mena.
Kancil sadar kalau hidupnya dalam bahaya,tapi bukan si kancil kalau sampai dia kehabisan akal.

Maka si kancilpun tidak berusaha lari.
Dia tetap berjalan santai dengan pura-pura berjalan pincang mengangkat salah satu kaki belakangnya.

"Woi mahluk kecil..!! Apa kau tak mengenal aku?".Teriak harimau.

"Hamba mengenal anda paduka.Tentunya dengan tubuh gagah,kuku,taring,dan tubuh bercorak khas,tak ada yang tak mengenali paduka..Raja Loreng".Jawab kancil merendah.

"Berarti kamu tahu nyawa mu dalam bahaya,kenapa kau tak coba lari?".Tanya harimau penasaran.

"Secepat dan segesit apapun hamba lari,hamba tahu tak akan bisa mengalahkan kecepatan dan kegesitan paduka.
Dan ahirnya hamba pasti tertangkap juga..Apa lagi dengan keadaan kaki hamba yang pincang ini..".Kata kancil.

"Hahahaha..Benar..Benar..Kau tak mungkin bisa mengalahkan kecepatan ku.
Tapi..Tak asik kalau kita tak main kejar-kejaran dulu,aku mau kamu lari..Dan nanti aku akan mengejar mu..Kalo cuma begini saja,gak ada tantanganya sama sekali..".Pinta harimau.


"Kalau itu memang keinginan paduka,hamba akan turuti.
Tapi sebelumnya..Jika boleh hamba minta satu permintaan..".Kata kancil.

"Oh..Iya..Iya..Silahkan..Aku tak akan menolak permintaan hewan seperti mu yang sebentar lagi akan mati jadi sarapan ku.
Memangnya kamu minta apa..?".Tanya harimau.

"Hamba hanya minta tolong..Tolong paduka cabutkan duri yang menancap di kaki belakang hamba,agar hamba bisa berlari dengan normal..".Pinta si kancil.

"Hahaha..Cuma itu? Baiklah..Akan ku cabutkan duri dari kaki mu".

Harimau pun kemudian menundukan kepalanya di belakang kancil,untuk melihat duri yang menancap di kaki belakangnya. kisah disajikan oleh dongengterbaru.blogspot.com
Tapi ketika harimau itu sudah menunduk sangat rendah,tiba-tiba si kancil menendang dengan sekuat tenaga.
Karena kejadian itu,si harimau pun berteriak kesakitan karena satu giginya patah.
Dan si kancil tidak menyianyaiakan kesempatan itu.
Ketika harimau meraung-raung menahan sakit,secepat kilat kancil berlari dan menghilang di balik semak-semak.

Nah..Mulai hari itulah perseteruan antara kancil dan harimau di mulai..
Harimau yang merasa harga dirinya di injak-injak oleh kancil,menyimpan dendam yang terus di tahan.
Menunggu waktu yang tepat untuk membalas perbuatan kancil..Dalam kisah dan waktu yang lain.. :)

Dongeng Kelinci dan Kura-kura | Cerita Anak Indonesia

Dongeng Kelinci dan Kura-kura Cerita Anak Indonesia
Dongeng kelinci dan kura-kura. Sumber gambar : kaskus.co.id
Dongeng Kelinci dan Kura-kura - Disuatu hutan, terdapat seekor kelinci yang sangat sombong. Bukan tanpa alasan, akan tetapi karena kelinci itu mampu berlari sangat cepat. Sehingga dia sering meledek hewan-hewan lain yang lebih lamban darinya. Banyak sekali hewan-hewan yang jengkel dengan ulah si kelinci, namun mereka tak bisa berbuat banyak.

Hingga pada suatu hari, ada seekor kura-kura yang berjalan santai. Dia baru saja pulang dari berkunjung ke rumah kerabatnya. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba si kelinci datang. Dia berlari cukup cepat melewati kura-kura hingga membuat kura-kura terbatuk-batuk karena debu yang beterbangan. Namun buka hanya itu, si kelinci berbalik menghampiri kura-kura sambil meledek. ''Dasar hewan lamban. Tak berguna sama sekali. Hahaha..''. Kata kelinci.

Merasa di hina, kura-kura tidak terima. Lalu dia membalas..'' Dasar hewan sombong. Kau kira dirimu cukup pintar dan cukup cepat? Aku saja bisa mengalahkan mu''. Kata kura-kura. Merasa harga dirinya dipertaruhkan, si kelinci lalu berkata pada kura-kura dengan sombongnya. '' Hahaha.. jangan mimpi kau bisa mengalahkan aku. Kita lihat saja siapa yang akan menang. Kecepatan ku, atau mulut besar mu. Bagaimana kalau kita adakan lomba lari? Kita undang seluruh penghuni hutan untuk menonton, biar mereka tahu siapa pecundang yang asli''. Kata kelinci. ''Baik, siapa takut? Kau akan ku kalahkan dengan segenap kemampuan ku. Aku tak akan menyerah. Mungkin kau memang punya bakat, tapi aku juga memiliki semangat''. Jawab kura-kura.

Akhirnya, lomba diadakan di hari yang sudah disepakati. Banyak sekali yang menonton untuk melihat pertandingan itu. Kera yang menjadi wasit mulai meniup peluit, tanda pertandingan dimulai. Kura-kura langsung berusaha berlari secepat mungkin dengan segenap tenaganya. Namun kecepatan si kelinci memang di luar kemampuan kura-kura, hingga tak butuh waktu lama bagi kelinci untuk membuat kura-kura tertinggal jauh di depan ( dongengterbaru.blogspot.com ). Setelah terpaut cukup jauh, si kelinci berhenti untuk melihat kura-kura yang berada jauh di belakangnya. Melihat kura-kura yang berlari sangat lamban, muncul niat si kelinci untuk meledek. Apa lagi di kala itu, banyak sekali yang menonton. Sehingga si kelinci berniat menyombongkan diri. Lagi pula, garis finish tinggal beebrapa langkah lagi di depanya. Maka dia yakin pasti dia akan menang.

Maka dia berhenti di bawah sebuah pohon, kemudian dia tiduran dengan santainya. Tentu saja para penonton tahu, bahwa si kelinci berniat menyombongkan diri dan meledek kura-kura yang berlari lamban. Fikir si kelinci, nanti jika kura-kura tinggal beberapa langkah lagi dari garis finish, maka dia akan langsung berlari mendahuluinya. Dengan begitu, kura-kura pasti akan merasa sangat kecewa dan malu.

Dongeng anak - Namun sudah sekian lama menunggu, kura-kura masih saja belum tampak mendekat. Karena bosan menunggu, akhirnya si kelinci tertidur. Udara yang sejuk disertai angin sepoi-sepoi, membuat kelinci tertidur cukup pulas. Dia bahkan tak sadar ketika kura-kura sudah melewatinya. Namun ketika dia terbangun, semua sudah terlambat. Kura-kura sudah berada satu langkah di depan garis finish. Melihat itu, kelinci terkejut dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengejarnya. Namun karena tak memiliki cukup waktu, kura-kur sudah berada di belakang garis finis ketika kelinci berhasil mengejarnya. Akhirnya, kelinci yang sombong itu di kalahkan oleh kura-kura karena bumerang kesombonganya sendiri. Dengan menahan rasa malu, akhirnya kelinci pergi dari tempat itu dan tak pernah terlihat lagi.

Dongeng Kancil, Burung Gagak dan Burung Bangau | Dongeng Anak Terbaru

kancil dan burung gagak
Kancil dan burung gagak
Dongeng Kancil, Burung Gagak dan Burung Bangau – P ada pagi yang cerah ketika libur sekolah, si kancil memutuskan untuk menemui sahabatnya yang tinggal di tepi sungai, Burung Gagak. Si kancil dan burung gagak memang sudah sangat kenal akrab, semua bermula ketika burung gagak menolong kancil dari sergapan serigala. Burung gagak terkenal sebagai burung yang sangat baik, bulunya putih dan cantik, serta pandai sekali mencari ikan. Banyak yang kagum pada burung gagak, tentu saja karena burung gagak juga termasuk burung yang cukup ramah. Setelah beberapa lama si kancil berjalan, ahirnya si kancil tiba di tepi sungai tempat burung gagak tinggal. Tapi belum sempat si kancil menuju sarang burung gagak, dia mendengar suara tangisan yang cukup pilu. Kancil kemudian mencari dari mana arah suara itu. Dan ahirnya dia menemukan ada seekor burung berwarna hitam kusam tengah menangis di pinggir sungai. Kancilpun mendekat dan berusaha menyapanya, tapi betapa terkejutnya si kancil ketika tahu bahwa burung yang berwarna hitam legam itu adalah gagak sahabatnya.

“Hai gagak sahabat ku, apa yang terjadi pada mu? Kenapa bulu mu yang putih dan indah berubah menjadi hitam begini?”. Tanya kancil terkejut. Dalam isak tangisnya, burung gagak pun mulai menjelaskan “Aku di tipu sama burung bangau sahabat ku cil.. dia yang membuat aku jadi begini”. Jawaban burung gagak membuat si kancil semakin penasaran, karena yang dia tahu.. si burung bangau yang memiliki bulu berwarna hitam legam adalah sahabat karib dari burung gagak. Bahkan burung gagak kerap membantu burung bangau mencari ikan. “Aku tak faham dengan maksud mu kawan. Bukankah burung bangau itu sahabat mu? Dan bagaimana ceritanya bulu mu yang dulu putih dan indah kini berubah menjadi hitam begini?”. Tanya si kancil. Ahirnya, burung gagak mulai bercerita tentang nasib malang yang menimpanya.

Semua berawal dari satu bulan yang lalu. Waktu itu burung gagak melihat burung bangau sangat sedih. Dia merasa rendah diri karena memiliki bulu yang hitam serta sangat buruk, sedangkan si gagak memiliki bulu yang putih dan indah. Si bangau merasa bahwa dirinya adalah mahluk yang sangat malang. Karena kasihan dengan sahabatnya itu, ahirnya burung gagak menceritakan rahasia ke cantikan bulunya pada burung bangau. Dia bercerita bahwa dia memiliki bubuk emas ajaib yang dapat membuat bulu menjadi bersih, putih, dan berkilau indah. Setiap seminggu sekali, dia mencuci bulu-bulunya dengan air yang sudah di campur bubuk emas ajaib itu. Sehingga bulunya tetap tampak bersih dan indah. Mendengar itu, burung bangau menjadi sangat tertarik. Lalu di merengek meminta pada burung gagak agar mau meminjamkan bubuk emas ajaib itu padanya. Karena mereka sahabat dekat, ahirnya burung gagak meminjamkan bubuk ajaibnya. Dengan catatan, bangau akan mengembalikan bubuk itu setelah waktu satu bulan.

Setelah satu bulan berlalu, ternyata bulu-bulu burung bangau memang  berubah menjadi putih, indah, dan bersinar. Hal tersebut menjadikan burung bangau sangat sombong, dan ingin memiliki bulu indah itu untuk selamanya. Dengan kata lain, burung bangau tak berniat mengembalikan bubuk itu pada burung gagak. Ahirnya burung bangau menyusun siasat. Tepat setelah satu bulan, burung gagak dating menemui burung bangau untuk mengambil bubuk itu. Ketika mendengar suara burung gagak yang ada di luar, burung bangau menyuruh gagak untuk menunggunya sebentar di luar. Sementara burung bangau tengah menjalankan siasat liciknya, di membuat sebuah bubuk dari arang. Dia tak ingin ada yang mampu menyaingi ke indahan bulunya, termasuk sahabatnya sendiri si burung gagak. Tepat ketika si burung gagak tengah lengah menunggu burung bangau di luar, tiba-tiba burung bangau keluar lalu menyiramkan bubuk arang ke seluruh bulu burung gagak. Dengan nada angkuh si burung bangau berkata “ Hahira.. dasar hewan bodoh. Sekarang hanya aku yang akan menjadi hewan yang berbulu paling cantik sedunia. Bubuk ini akan ku bawa, tak akan ku kembalikan. Sekarang lihat bulu mu, kau menjadi hewan yang buruk rupa. Hahahaha..”. kata burung bangau sambil terbang jauh meninggalkan burung gagak yang terkejut dan tak menduga perbuatan sahabtnya itu.

Mendengar kisah dari burung gagak, si kancil merasa iba. Lalu dia berusaha member semangat pada burung gagak..’ Sudahlah kawan.. sahabat seperti itu sudah tak bisa lagi kau percaya. Lupakan saja.. tak usah bersedih. Mungkin, kini bulu mu tak akan bisa seindah dulu. Akan tetapi, kita di nilai dari hati dan perbuatan kita, bukan dari bentuk fisik kita. Contohnya aku, aku berbadan kecil. Tapi aku tetap memiliki banyak teman karena meski aku tak kuat, tapi aku tetap berusaha menolong kawan-kawan ku yang di rundung kesusahan dengan cara ku sendiri. ( baca dongeng terlengkap di http://dongengterbaru.blogspot.com ) Sudahlah.. tak usah bersedih. Kelak, si bangau yang licik itu akan mendapat balasanya sendiri. Kau tak usah hawatir, karena tuhan maha adil. Seburuk apapun warna mu, kau tetap gagak sahabat ku yang selalu baik hati dan suka menolong, sama seperti dulu”. Mendengar kata-kata si kancil, burung gagak menjadi sangat lega. Hatinya merasa terhibur dan kini dia buang semua kesedihanya. Kancil memang benar. Seseorang itu tak di nilai dari bentuk mereka, tapi lebih dari apa yang mampu mereka lakukan untuk sesama. Dan pada kisah yang lain, si burung bangau akan menerima akibat dari sifat liciknya.

                                                                                 TAMAT